Ini Aku, Bapa!
May 31, 2008 by luvdivinity
Bapa, kala malamMu menyapa mata si gadis kecil belum mau terpejam. Ada banyak tanya yang dia ingin ungkapkan dan cari jawabnya. Bapa…malamMu kian larut saja namun tiada niat sedikitpun untuk mengatupkan mata untuk sejenak beristirahat.
Terima kasih hari ini engkau telah berikan gadis kecil banyak senyum dan kebahagiaan, namun selalu saja ada ragu dalam diri yang tak bisa dia ungkapkan dan tak terkatakan. Air mata pun tak mau kunjungi dia lagi, entahlah apakah hanya kesendirian yang mau hampiri si gadis kecil di saat malamMu datang.
Ingin rasanya dia ingat semua hal yang indah, namun dia tak bisa. gadis kecil masih sebagai putriMu yang dahulu…yang selalu saja mencoba untuk menutupi semua sedih dari semua orang yang ada di sekitarnya. Menurutnya sedih tak harus dibagi.
Bapa…betapa dia ingin mendapat penjelasan dari semua sikap yang ada. Bukan sebuah tuntutan namun lebih kepada sebuah nyala liling yang dapat memberikan petunjuk kemana dia harus melangkahkan kakinya. Terkadang dia hanyut terbawa gelombang sebelum dihempaskan dengan kerasnya….tidak, itu tidak menyelesaikan masalahnya, hanya dia ingin membagi dirinya menjadi pasukan yang siap menerjang dan memenangkan pertempuran. Namun…seakan dia kini lemah tak berdaya.
Kala tangan mulai mengetik namun asa tak lagi bersemayam dalam tubuh, entah apa yang dia dapat. Hanya kosong dan bibir mungil yang mengucap lirih memohon pertolongan dan seakan tak mampu berteriak untuk ingatkan pada dunia bahwa dia hanyalah seorang gadis kecil…hanya seorang gadis kecil!
Bapa…seolah mata ingin terpejam namun pikir tetap menguasai semua ruang yang ada. Ijinkan dia Bapa…setidaknya sedikit saja…sebentar…saja…