Ketika Seorang Teman Bukan Lagi Teman
May 30, 2008 by luvdivinity
Sama sekali tidak pernah menyangka bahwa seorang teman baik dapat memfitnah temannya. Ada rasa kaget, amarah dan keterkejutan yang sangat ketika seorang Deni menerima sebuah fitnah yang jelas-jelas tidak ada ujung pangkal dan alasan yang jelas. Benar- benar tidak masuk akal….bagaimana bisa seorang teman mengatakan benci kepada seorang Deni dengan alasan Deni selalu iri kepada harta benda, gaya hidup dan semua kekayaan yang dimilikinya. Lucunya…..ini adalah kali ke-3 kita ketemu, dan selama pertemuan yang terdahulu tidak ada satupun pembahasan yang pernah terlontar dari mulut seorang Deni tentang harta benda. Yang ada hanyalah gurauan dan masa lalu yang seakan jadi topik yang tidak ada habis-habisnya. Yang membuat semua makin tidak jelas adalah setelah menyebar fitnah tiba-tiba saja dia mengirim sebuah pesan yang mengatakan kalau sebenarnya dia sayang pada Deni, seseorang yang jelas-jelas dibencinya beberapa hari yang lalu. Hati mulai bertanya-tanya…apa maksud orang ini?? Karena sebagai orang Indonesia dan Bali khususnya…respek kepada orang yang lebih tua itu merupakan sebuah kewajiban yang mendarah daging, namun kenyataannya respek, niat baik dan hormat dibalas dengan alasan yang mengada-ada. Hal ini yang tidak bisa diterima akal sehat. Seorang Deni hanya bisa mengurut dada dan bersyukur kepada Tuhan ditunjukkan jalan untuk mengetahui bahwa dia tidak bisa Deni jadikan seorang teman.
Suatu pembelajaran dalam hidup lagi….terkadang niat baik diterima salah walaupun oleh seorang teman. Kadang seorang teman bisa berubah menjadi seorang musuh. Namun Deni bersyukur hal ini terjadi jadi bisa melihat siapa-siapa saja yang pantas disebut teman. Tidak ada penyesalan…tidak ada amarah lagi….hanya ada senyum dan ucapan terima kasih, betapa kita diselamatkan dari amarah-amarah selanjutnya.
Banyak hal yang terjadi beberapa minggu terakhir ini yang membuat seorang Deni sedikit merasa sudah saatnya untuk diam dan merenungkan apa saja langkah yang sudah tertempuh dan yang akan tertempuh. Seperti selalu ada dalam keyakinan…ada bahagia dibalik sebuah ujian.
Deni kembali belajar untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan mengontrol amarah yang ada. Terkadang ada tanya yang melintas…
Apakah diam selalu jadi jawaban yang terbaik????
Prajurit yang masih mencari jawaban!